PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN PANGAN LOKAL

Share this post on:

Rabu, 10 Juli 2024

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada Balita dan ibu hamil. Kegiatan PMT tersebut perlu disertai dengan edukasi gizi dan kesehatan untuk perubahan perilaku misalnya dengan dukungan pemberian ASI, edukasi dan konseling pemberian makan, kebersihan serta sanitasi untuk keluarga.

Kegiatan PMT berbahan pangan lokal diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan dan gizi keluarga secara berkelanjutan. Indonesia merupakan negara terbesar ketiga di dunia dalam keragaman hayati. Setidaknya terdapat 77 jenis sumber karbohidrat, 30 jenis ikan, 6 jenis daging, 4 jenis unggas, 4 jenis telur, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, dan 110 jenis rempah dan bumbu (Badan Ketahanan Pangan, 2020 dan Neraca Bahan Makanan, 2022). Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi pemanfaatan pangan lokal sangat terbuka luas termasuk untuk penyediaan pangan keluarga, termasuk untuk perbaikan gizi ibu hamil dan balita. Namun demikian ketersediaan bahan pangan yang beraneka ragam tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan dasar Makanan Tambahan (MT).

Foto di bawah adalah dokumentasi pemberian PMT lokal bagi ibu hamil KEK di Desa Pojok,  dengan pekerjaan adalah pekerja PT. Pungkook. pemberian diberikan sebelum berangkat kerja, dengan harapan bisa untuk bekal makanan selingan pada saat bekerja. Pada bulan juli kegiatan PMT lokal pada ibu hamil dilaksanakan di Desa Tarub, Godan, Pojok, Kemadohbatur, Jono dan Selo. Dana pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari Anggaran BOK UPTD Puskesmas Tawangharjo T.A 2024. LS08

Share this post on:

Author: Puskesmas Tawangharjo

View all posts by Puskesmas Tawangharjo >

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *