Kamis, 24 April 2025
Pertemuan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 24 April 2025. dan akan dilaksnakan 2 hari. Dihadiri oleh Koordinator Gizi Puskesmas bu.Susi Martina,AMG dan Pak. Wujus Widodo,S.Gz Pertemuan di buka oleh Kepala Puskesmas Tawangharjo Bp. Sri Hadi Nugroho, S.Kep.Ners yang dalam sambutannya beliau menyampaikan: Dalam rangka peningkatan status gizi dan pencegahan balita stunting maka perlu intervensi spesifik berupa PMT berbahan lokal. Dengan tujuan meningkatkan status gizi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) , Balita Gizi Kurang , Balita BB kurang dan Balita Tidak Naik BB (T) melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sesuai prinsip gizi seimbang sesuai standart yang telah ditetapkan.
Harapan:
Ø Meningkatkan pengetahuan dalam mempersiapkan dan menyediakan menu gizi seimbang berbasis pangan lokal untuk ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) , Balita Gizi Kurang , Balita BB kurang dan Balita Tidak Naik BB (T).
Ø Meningkatkan sikap dan perilaku dalam mempersiapkan dan menyediakan menu gizi seimbang berbasis pangan local ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) , Balita Gizi Kurang , Balita BB kurang dan Balita Tidak Naik BB (T).
Ø Meningkatkan asupan gizi tambahan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) , Balita Gizi Kurang, Balita BB kurang dan Balita Tidak Naik BB (T) melalui penyediaan konsumsi pangan sesuai prinsip gizi seimbang melalui pemanfaatan bahan pangan local.
Ø Terlaksananya pendampingan melalui monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan secara berjenjang.
Materi yang telah disampaikan :
Sosialisasi dan Pembekalan bagi Kader Posyandu di laksanakan di balai desa Pojok. Tercipta komitmen dengan semua Desa untuk pencegahan stunting balita melalui kegiatan Penyelenggaraan PMT bagi Ibu Hamil KEK dan Balita Gizi Kurang.
Prinsip:
Makanan tambahan diberikan dalam bentuk makanan lengkap siap santap atau kudapan yang berbasis pangan local dan tidak diberikan dalam bentuk uang atau bahan makanan mentah.
1. Makanan tambahan hanya sebagai tambahan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil KEK dan balita gizi kurang sasaran sehari-hari, bukan sebagai pengganti makanan utama. Ibu hamil KEK dan balita gizi kurang harus tetap mengkonsumsi makanan seimbang setiap hari.
2. Pemberian makanan tambahan dilakukan setiap hari dengan komposisi dalam 1 (satu) minggu sedikitnya 1 (satu) kali makanan lengkap sebagai sarana edukasi implementasi isi piringku sesuai pedoman gizi seimbang pada waktu makan siang dan sisanya berupa kudapan. Kudapan diberikan di luar waktu makan utama untuk memastikan makanan tambahan sebagai tambahan di luar makan utama sehari-hari.
3. Pemerian makanan tambahan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi Ibu hamil KEK dan balita gizi kurang sasaran sekaligus sebagai proses pembelajaran dan sarana komunikasi antar ibu.
Pemberian makanan tambahan dilakukan setiap hari sekurang-kurangnya selama 90 hari makan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang pelaksnaannya dapat disertai dengan edukasi gizi yang diintegrasikan dengan lintas program.
Pertemuan hari ke dua di hari jum’at 24 April 2025, dengan pengisian materi praktek memasak bahan makanan lokal dan acara pertemuan di tutup oleh bp.Kepala Puskesmas Tawangharjo bp.Sri hAdi Nugroho, S.Kep.Ners dengan bacaan “Alhamdulilahirobilalamin”.




